Sumber : samuraikoi
Rabu, 13 Februari 2013
MEMILIH VARIAN GONSAKE (KOHAKU, TAISHO SANSHOKU (SANKE), DAN SHOWA SANSHOKU (SHOWA)) YANG BAIK
MEMILIH VARIAN GOSANKE (KOHAKU, TAISHO SANSHOKU (SANKE )DAN SHOWA SANSHOKU (SHOWA)) YANG BAIK
Kriteria dalam memilih Kohaku yang baik:
* Kohaku yang baik adalah kohaku memiliki warna putih seputih salju (tidak kecoklat2an atau kekuning2an).
* Tanda Merah (Hi) yang lebih baik adalah yang gelap tetapi cerah.
* Hi yang baik adalah yang tersebar diseluruh badan.
* Hi yang besar lebih baik dari yang kecil.
* Kohaku yang tidak terdapat / terkena Hi dikepalanya ("bald head" / kepala botak) kurang berharga.
* Hi dikepala sebisa mungkin tidak melebihi mata, rahang dan pipi tetapi boleh mencapai hidung atau mata (asal tidak melebihi).
* Kohaku yang memiliki Hi yang mencapai mulut disebut "Hanatsuki".
* Kohaku yang memiliki Hi yang tersebar / memenuhi kepala / wajah disebut "Menkaburi".
* Kohaku yang memiliki Hi yang terdapat di bibir / mulut disebut "Kuchibeni".
* Dalam kasus dimana bentuk Hi dikepala tidak baik dan juga melebihi mata, tanda "Kuchibeni" diperlukan.
* Tanda merah diperlukan ada didekat pangkal ekor, dan disebut "Ojime". Ojime paling tidak berjarak 1-2 cm dari pangkal ekor.
* Corak bagian belakang, dekat ekor, kalau bisa easy looking (jangan terlalu besar).
* Memiliki Kiwa yang tegas dan jelas, tidak blur atau ber-gradasi. (Kiwa adalah pertemuan antara 2 warna yang berbeda.)
* Komposisi antara warna merah dan putih 70 : 30
* Kohaku yang untuk kontes, jangan ada tompel merah di pipinya.
Kriteria dalam memilih Sanke yang baik:
* Untuk warna putih seputih salju, merah semerah darah dan hitamnya pekat.
* Merah di kepala sebisa mungkin tidak melewati mata, pipi, mulut bahkan kalau perlu jangan melewati hidung.
* Sanke yang istimewa tidak memiliki sumi (hitam) dikepalanya.
* Sumi diatas warna putih (Tsubo-Sumi) lebih disukai dibandingkan sumi diatas warna merah (Kasane-Sumi).
* Komposisi antara warna merah, putih dan hitam adalah 70:20:10
* Sirip dengan lebih sedikit strip (garis2 hitam) lebih elegan dibandingkan dengan yang lebih banyak strip.
Kriteria dalam memilih Showa yang baik:
* Untuk warna putih seputih salju, merah semerah darah dan hitamnya pekat.
* Pangkal sirip depan hitam (motoguro). Ingat hanya pangkalnya saja, Tidak putih semua atau hitam semua dan juga tidak ada stripe merah.
* Diperlukan tanda Hi (merah) yang besar di kepala.
* Diperlukan paling tidak 20% warna putih. Warna putih diperlukan pada kepala, pangkal ekor dan punggung.
* Komposisi antara warna merah, putih dan hitam adalah 60:20:20
* Sumi (Hitam) dikepala membagi Hi menjadi 2, lebih impresif lagi jika membentuk huruf V dan berpangkal di hidung.
* Kohaku yang baik adalah kohaku memiliki warna putih seputih salju (tidak kecoklat2an atau kekuning2an).
* Tanda Merah (Hi) yang lebih baik adalah yang gelap tetapi cerah.
* Hi yang baik adalah yang tersebar diseluruh badan.
* Hi yang besar lebih baik dari yang kecil.
* Kohaku yang tidak terdapat / terkena Hi dikepalanya ("bald head" / kepala botak) kurang berharga.
* Hi dikepala sebisa mungkin tidak melebihi mata, rahang dan pipi tetapi boleh mencapai hidung atau mata (asal tidak melebihi).
* Kohaku yang memiliki Hi yang mencapai mulut disebut "Hanatsuki".
* Kohaku yang memiliki Hi yang tersebar / memenuhi kepala / wajah disebut "Menkaburi".
* Kohaku yang memiliki Hi yang terdapat di bibir / mulut disebut "Kuchibeni".
* Dalam kasus dimana bentuk Hi dikepala tidak baik dan juga melebihi mata, tanda "Kuchibeni" diperlukan.
* Tanda merah diperlukan ada didekat pangkal ekor, dan disebut "Ojime". Ojime paling tidak berjarak 1-2 cm dari pangkal ekor.
* Corak bagian belakang, dekat ekor, kalau bisa easy looking (jangan terlalu besar).
* Memiliki Kiwa yang tegas dan jelas, tidak blur atau ber-gradasi. (Kiwa adalah pertemuan antara 2 warna yang berbeda.)
* Komposisi antara warna merah dan putih 70 : 30
* Kohaku yang untuk kontes, jangan ada tompel merah di pipinya.
Kriteria dalam memilih Sanke yang baik:
* Untuk warna putih seputih salju, merah semerah darah dan hitamnya pekat.
* Merah di kepala sebisa mungkin tidak melewati mata, pipi, mulut bahkan kalau perlu jangan melewati hidung.
* Sanke yang istimewa tidak memiliki sumi (hitam) dikepalanya.
* Sumi diatas warna putih (Tsubo-Sumi) lebih disukai dibandingkan sumi diatas warna merah (Kasane-Sumi).
* Komposisi antara warna merah, putih dan hitam adalah 70:20:10
* Sirip dengan lebih sedikit strip (garis2 hitam) lebih elegan dibandingkan dengan yang lebih banyak strip.
Kriteria dalam memilih Showa yang baik:
* Untuk warna putih seputih salju, merah semerah darah dan hitamnya pekat.
* Pangkal sirip depan hitam (motoguro). Ingat hanya pangkalnya saja, Tidak putih semua atau hitam semua dan juga tidak ada stripe merah.
* Diperlukan tanda Hi (merah) yang besar di kepala.
* Diperlukan paling tidak 20% warna putih. Warna putih diperlukan pada kepala, pangkal ekor dan punggung.
* Komposisi antara warna merah, putih dan hitam adalah 60:20:20
* Sumi (Hitam) dikepala membagi Hi menjadi 2, lebih impresif lagi jika membentuk huruf V dan berpangkal di hidung.
SYARAT HIDUP KOI BERDASARKAN TIPE WARNA
SYARAT HIDUP KOI BERDASAR TIPE WARNA
koi satu warna
contoh varian : chagoi, ogon, yamabuki
parameter air : Pigmen merah dan kuning berkembang baik di air yang kaya fitoplankton hijau (tanaman bersel tunggal). warna merah , kuning dan putih bakal tampak menebal di kolam dengan kondisi air soft water (75-100)
Pakan :
kandungan beta karoten dalam pakan sangat mempengaruhi kualitas warna merah. pelet dengan kandungan spirulina dipercaya mampu mendongkraj kelir kuning. kandungan wheat germ mampu meningkatkan kualitas warna putih
cahaya:
kolam sebaiknya terpapar sinar matahari antara 4 -6 jam. paparan sinar matahari membantu munculnya tsuya alias kemilau pada tubuh ogon dan yamabuki
suhu:
suhu berkisar 25-29 derajat
koi dua warna (merah dan putih)
Contoh varian : kohaku
Parameter air : pigmen merah cenderung membaik pada kondisi soft water (TDS 75-100)
Pakan : pada saat hendak mendongkrak kelir merah, berikan pakan mengandung spirulina. Jika ingin kelir putih terlihat kinclong pasok dengan pakan mengandung wheat germ
Cahaya :
Paparan sinar matahari sangat berpengaruh terhadap kondisi kelir merah pada tubuh koi. Bila terlalu sering berjemur terik matahari, warnanya bisa memudar
Suhu:
Kolam bersuhu 25 - 28 derajat sangat cocok untuk varian kohaku
koi dua warna (hitam dan putih)
contoh varian : shiro utsuri, shiro bekko
parameter air : pada lingkungan air dengan tds diatas 300 (hard water), kelir hitam bakal tampak solid. ph berkisar 7.5 - 8.5
pakan : kandungan wheat germ mampu mendongkrak kelir putih. pakan dengan beta karoten tinggi bisa "mengeruhkan" kelir putih
cahaya : sinar matahari cukup ampuh untuk mendongkrak kelir hitam. kelir putih cenderung lebih adaptif pada lingkungan yang tidak mendapat paparan sinar matahari langsung
suhu: suhu air rendah (18 - 22 derajat) bisa mendongkrak kualitas shiroji (warna putih)
koi tiga warna (hitam, merah dan putih)
contoh varian : showa dan sanke
parameter air : agar ketiga kelir (hitam, merah dan putih) bisa tampil optimal, sebaiknya ikan ini tinggal di kondisi air medium ( tds 100 - 300 ). COD ( Chemical Oxygen Demand) dalam air tak boleh lebih dari 5 ppm. bila lebih dari itu, alamat terjadi singking sumi alias kelir hitam tenggelam di bawah sisik. ph air sebaiknya kisaran 6.8 - 7.4
pakan : makanan dengan kandungan spirulina mampu mendongkrak kelir hitam dan merah. pasokan pelet yang dilengkapi wheat germ bakal memuluskan warna putih.
cahaya : terlalu terpapar banyak cahaya sisik memang terlihat lebih shiny tapi kelir hitam di tubuh bisa memudar.
suhu : suhu air terbaik untuk menjaga kualitas warna hitam pada showa dan sanke berkisar 26 derajat.
Sumber : Majalah Flona
koi satu warna
contoh varian : chagoi, ogon, yamabuki
parameter air : Pigmen merah dan kuning berkembang baik di air yang kaya fitoplankton hijau (tanaman bersel tunggal). warna merah , kuning dan putih bakal tampak menebal di kolam dengan kondisi air soft water (75-100)
Pakan :
kandungan beta karoten dalam pakan sangat mempengaruhi kualitas warna merah. pelet dengan kandungan spirulina dipercaya mampu mendongkraj kelir kuning. kandungan wheat germ mampu meningkatkan kualitas warna putih
cahaya:
kolam sebaiknya terpapar sinar matahari antara 4 -6 jam. paparan sinar matahari membantu munculnya tsuya alias kemilau pada tubuh ogon dan yamabuki
suhu:
suhu berkisar 25-29 derajat
koi dua warna (merah dan putih)
Contoh varian : kohaku
Parameter air : pigmen merah cenderung membaik pada kondisi soft water (TDS 75-100)
Pakan : pada saat hendak mendongkrak kelir merah, berikan pakan mengandung spirulina. Jika ingin kelir putih terlihat kinclong pasok dengan pakan mengandung wheat germ
Cahaya :
Paparan sinar matahari sangat berpengaruh terhadap kondisi kelir merah pada tubuh koi. Bila terlalu sering berjemur terik matahari, warnanya bisa memudar
Suhu:
Kolam bersuhu 25 - 28 derajat sangat cocok untuk varian kohaku
koi dua warna (hitam dan putih)
contoh varian : shiro utsuri, shiro bekko
parameter air : pada lingkungan air dengan tds diatas 300 (hard water), kelir hitam bakal tampak solid. ph berkisar 7.5 - 8.5
pakan : kandungan wheat germ mampu mendongkrak kelir putih. pakan dengan beta karoten tinggi bisa "mengeruhkan" kelir putih
cahaya : sinar matahari cukup ampuh untuk mendongkrak kelir hitam. kelir putih cenderung lebih adaptif pada lingkungan yang tidak mendapat paparan sinar matahari langsung
suhu: suhu air rendah (18 - 22 derajat) bisa mendongkrak kualitas shiroji (warna putih)
koi tiga warna (hitam, merah dan putih)
contoh varian : showa dan sanke
parameter air : agar ketiga kelir (hitam, merah dan putih) bisa tampil optimal, sebaiknya ikan ini tinggal di kondisi air medium ( tds 100 - 300 ). COD ( Chemical Oxygen Demand) dalam air tak boleh lebih dari 5 ppm. bila lebih dari itu, alamat terjadi singking sumi alias kelir hitam tenggelam di bawah sisik. ph air sebaiknya kisaran 6.8 - 7.4
pakan : makanan dengan kandungan spirulina mampu mendongkrak kelir hitam dan merah. pasokan pelet yang dilengkapi wheat germ bakal memuluskan warna putih.
cahaya : terlalu terpapar banyak cahaya sisik memang terlihat lebih shiny tapi kelir hitam di tubuh bisa memudar.
suhu : suhu air terbaik untuk menjaga kualitas warna hitam pada showa dan sanke berkisar 26 derajat.
Sumber : Majalah Flona
MEMBEDAKAN KOI JANTAN DAN BETINA
MEMBEDAKAN KOI JANTAN DAN BETINA
BETINA :
1. Pipi halus (tidak ada betina pipi kasar)
(untuk lebih terasanya, usia harus diatas 7/8 bulan)
2. Jika dipencet2 bagian anus, keluar eek (kotoran)
3. Body biasanya tidak kekar
4. Body biasanya cenderung gemuk
5. pada bagian sirip dadanya bila diraba terasa halus
6. tubuh betina lebih besar dari pada si jantan (biasanya terlihat jika ukuran sudah 30 up )
7. Jika dilihat dari atas, perut betina tampak lebih membuncit kesamping kiri dan kanan bila diraba lembek
JANTAN :
1. Pipi kasar (ada juga jantan pipi halus, itu pertanda belum birahi)
(untuk lebih terasanya, usia harus diatas 7/8 bulan)
2. Jika dipencet2 bagian anus keluar sperma
3. Body biasanya kekar
4. Body biasanya cenderung ramping dan memanjang (biasanya terlihat jika ukuran sudah 30 up )
5. pada bagian sirip dadanya bila diraba terasa kasar seperti ada pasirnya
6. jantan tampak lebih langsing hingga ke arah ekor bila diraba padat perutnya.
Sumber : Google
1. Pipi halus (tidak ada betina pipi kasar)
(untuk lebih terasanya, usia harus diatas 7/8 bulan)
2. Jika dipencet2 bagian anus, keluar eek (kotoran)
3. Body biasanya tidak kekar
4. Body biasanya cenderung gemuk
5. pada bagian sirip dadanya bila diraba terasa halus
6. tubuh betina lebih besar dari pada si jantan (biasanya terlihat jika ukuran sudah 30 up )
7. Jika dilihat dari atas, perut betina tampak lebih membuncit kesamping kiri dan kanan bila diraba lembek
JANTAN :
1. Pipi kasar (ada juga jantan pipi halus, itu pertanda belum birahi)
(untuk lebih terasanya, usia harus diatas 7/8 bulan)
2. Jika dipencet2 bagian anus keluar sperma
3. Body biasanya kekar
4. Body biasanya cenderung ramping dan memanjang (biasanya terlihat jika ukuran sudah 30 up )
5. pada bagian sirip dadanya bila diraba terasa kasar seperti ada pasirnya
6. jantan tampak lebih langsing hingga ke arah ekor bila diraba padat perutnya.
Sumber : Google
KOI IMPOR (JEPANG) DAN KOI LOKAL (INDONESIA)
KOI IMPOR DAN KOI LOKAL
KOI IMPORT:
- Koi didatangkan dari Jepang.
- Bodinya lebih memanjang dan warna putih pekat.
- Matanya agak keluar dan besar.
- Warnanya lebih tajam (koi pilihan / di Jepang penyeleksian koi benar2 ketat).
- Harganya lebih mahal (karena biaya produksinya tinggi dan lewat bea cukai).
KOI LOKAL:
- Koi hasil pemijahan sendiri dan sudah turunan kesekian dari koi import.
- Bodinya agak membulat dan warna putih kurang pekat.
- Matanya tidak besar dan wajar.
- Warna ada yang tajam dengan seleksi yang ketat.
- Harga lebih murah dari koi import (biaya produksi rendah dan tidak pakai cukai).
Catatan:
Koi Lokal banyak yang baik, tergantung proses reproduksi (pemilihan induk dan penyeleksian yang ketat).
Bahkan pedagang koi suka mengatakan "KOI IMPORT" padahal koi lokal yang mempunyai kualitas baik.
Sebetulnya semua ikan koi dari Jepang, cuma yang ada di Indonesia sudah turunan yang kesekian
Sumber : Google
- Koi didatangkan dari Jepang.
- Bodinya lebih memanjang dan warna putih pekat.
- Matanya agak keluar dan besar.
- Warnanya lebih tajam (koi pilihan / di Jepang penyeleksian koi benar2 ketat).
- Harganya lebih mahal (karena biaya produksinya tinggi dan lewat bea cukai).
KOI LOKAL:
- Koi hasil pemijahan sendiri dan sudah turunan kesekian dari koi import.
- Bodinya agak membulat dan warna putih kurang pekat.
- Matanya tidak besar dan wajar.
- Warna ada yang tajam dengan seleksi yang ketat.
- Harga lebih murah dari koi import (biaya produksi rendah dan tidak pakai cukai).
Catatan:
Koi Lokal banyak yang baik, tergantung proses reproduksi (pemilihan induk dan penyeleksian yang ketat).
Bahkan pedagang koi suka mengatakan "KOI IMPORT" padahal koi lokal yang mempunyai kualitas baik.
Sebetulnya semua ikan koi dari Jepang, cuma yang ada di Indonesia sudah turunan yang kesekian
Sumber : Google
Langganan:
Postingan (Atom)











